Gerakan revivalisme Islam timbul pada abad ke-18 M. yang dirintis
oleh Muhammad bin Abdul Wahab di Saudi Arabia. Sebagaimana
neo-fundamentalisme nantinya, revivalisme ini lahir dari kesadaran
internal umat Islam akan kemerosotan agama dalam kehidupan umat Islam.
Oleh karena itu, dalam perkembangannya revivalisme berorientasi pada
gerakan pemurnian Islam dari bid’ah, khurafat, tahayyul dan seruan
kembali pada al-Qur’an dan Hadis. Ironisnya, pada saat yang sama aliran
ini menyerukan ijtihad, kecenderungan “anti-intelektualisme” juga terus
dikembangkan, sedangkan al-Qur’an dan Hadis sendiri tidak dikaji aspek
metodologinya. Akibtanya, gerakan ini kemudian mengalami stagnasi
intelektual, bahkan melebihi kelesuhan ulama konservatif yang
dikritiknya.Secara lebih terinci faktor yang menyebabkan munculnya revivalisme Islam dapat dilihat pada tabel berikut:
Penyebab Kebangkitan Islam (Islamist Resurgence)
Pemimin/Gerakan
|
Faktor Krisis
|
| Umar II (w. 720) | Degradasi moral kekhalifahan Umayyah |
| Ibn Hanbal | Tekanan doktrin Mutazilah/tindakan represif negara (Abbasiyyah) |
| (w. 855) | |
| Ibn Hazm (w. 1064) |
Kemunduran Ummayah dan kekalahan di Spanyol |
| Ibn Taymiyah | Jatuhnya Abbasiyah/penyerangan Tartar/krisis moral dan ekonomi |
| (w. 1328) | |
| Ibn „Abd Wahhab | Kemunduran Dinasti Turki Uthmani/krisis moral-agama |
| (w. 1791) | |
| Sanusiyah (1880s) | Krisis suku-agama/penyerangan Italia |
| Mahdiyah | Konflik suku-agama/krisis ekonomi/anglo-Egyptian- Ottoman rule |
| (1880s) | |
| Salafiyah | Imperialisme Eropa di bidang militer, ekonomi, dan |
| (1890s) | budaya |
| Muslim Brotherhood | Krisis sosial-ekonomi-politik dan imperialisme Inggris |
| (1930s) |
Read more






































































































