• Manhaj Salaf

    Manhaj Salaf Manhaj Kebenaran

    Risalah Manhaj Salaf, Sebuah metodologi dalam beragama

  • As Sunnah

    Apa dan bagaimana Sunnah?

    Golongan apa dan siapa Ahli Sunnah

  • Al Jamaah

    Al Jamaah

    Penjelasan Ilmiyyah Al jamaah

  • Risalah Bidah

    Bahayanya Bidah

    Memahami Bidah secara Ilmiyyah dan Tepat

  • Faham Sesat

    Faham Menyimpang

    Studi Ilmiyyah Pemikirn faham dan Ideologi Menyimpang Islam

  • Wahabi

    Wahabi

    Artikel Konferehensif tentang Wahabi dan Dakwah Syekh Abdul Wahab

Tampilkan postingan dengan label dai-nyleneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dai-nyleneh. Tampilkan semua postingan

Subhat dan fitnah SAS tentang Jenggot dan Cadar

0 komentar
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ



والله أعلمُ بالـصـواب


Read more

Kata SAS Jenggot = Goblok !!!!!

0 komentar
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ




والله أعلمُ بالـصـواب

support http://youtubemultidownloader.com/index.html 


Read more

Wahai Muslim! Belajarlah Dengan Akhir Hidup Gus Dur Sesudah di Baptis

0 komentar
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Allah sudah berjanji bahwa Allah akan menghinakan orang- orang yang telah menodai agama-Nya melalui kutukan, atau azab dan lain lain. Allah akan selalu menepati janji-Nya,  dan akan mengangkat derajat siapapun yang dikehendaki-Nya, dan sebaliknya akan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Azza Wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu.
Pelajaran Dari  Gus Dur.
Betapa banyak hal-hal yang  telah dilakukan  Gus Dur, yang kesemuanya adalah bertujuan hanya untuk merugikan Islam semata. Gus  Dur secara formal memang beragama Islam, namun justru ia lebih ingin memuliakan agama orang lain dan menghinakan agamanya sendiri yaitu Islam. Tidak ada satu pun ide Gus Dur kecuali ide itu untuk MERUGIKAN Islam dan pihak kaum Muslim. Bahkan, Gus Dur telah di Baptis oleh pendeta Kristen, dan di aminkan oleh seluruh umat Kristiani.  (lihat YouTube Gus Dur di Baptis Pendeta Kristen)
Dosa-dosa Gus Dur :

Mengatakan al-Qur’an sebagai kitab paling porno di dunia
 

Memperjuangkan pluralisme
 

Mengakui semua agama benar
 

Menjalin kerjasama dengan Israel
 

Mendukung gerakan kristenisasi
 

Membela Ahmadiyah
 

Ingin mengganti ucapan assalamu alaikum dengan selamat siang.
 

Tidak bersimpati terhadap korban Muslim pada perang Ambon.
 

Di dalam RUU Sisdiknas, Gus Dur lebih membela aspirasi kaum kafirin untuk mentiadakan / mencabut pasal memasukkan pelajaran agama di sekolah-sekolah, dan justru menentang aspirasi kaum Muslim agar pasal pelajaran agama di sekolah-sekolah dimasukkan di dalam UU Sisdiknas. Di dalam hal ini, kaum Kristen menuntut supaya pasal pendidikan agama dicabut dari sistem Sisdiknas, karena dengan demikian supaya kaum Kristen semakin mudah mengkafirkan generasi Muslim di Indonesia.
 

Menginginkan Indonesia menjadi sekuler.
 

Di dalam RUU Pornografi, kembali Gus Dur lebih membela aspirasi kaum kafirin agar DPR tidak mensahkan RUU Anti Pornografi menjadi undang-undang, dan justru menentang aspirasi kaum Muslim supaya Indonesia / DPR mensahkan UU Anti Pornografi demi menjaga moral bangsa. Pada moment inilah Gus Dur 

menyatakan bahwa Alquran adalah kitab paling porno se-Dunia!
 

Gus Dur ikut bersama kaum kafirin merangsek untuk menuntut Pemerintah mencabut pasal penodaan agama. Padahal pasal itu amat sentral demi terjaminnya kerukunan umat beragama. Yang dibidik Gusdur adalah kaum Muslim, supaya kaum Muslim tidak berkutik ketika agama nya dihina.
 

Gusdur ikut bersama kaum kafirin merangsek untuk menuntut Pemerintah mencabut pasal pendirian rumah ibadah melalui Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Padahal pasal itu amat sentral demi terjaminnya kerukunan umat beragama. Yang dibidik Gusdur adalah kaum Muslim, supaya kaum Muslim tidak berkutik ketika kaum kafirin membangun Gereja di mana-mana.
 

Dibaptis. Ini pertanda bahwa Gus Dur adalah munafik. Kalau memang ia benar-benar murtad dari Islam, maka hal itu tidak masalah sama sekali. Namun belakangan ia masih juga mengaku Muslim, dan pembaptisannya itu ia gunakan untuk menyerang Islam.
 

Pemberian Raja Brunei untuk rakyat Indonesia yang kala itu sedang kelaparan, dimakan sendiri oleh Gus Dur. Dia bilang bahwa pemberian Raja Brunei itu adalah untuk pribadinya saja.
 

Menyerukan supaya MUI (Majelis Ulama Indonesia) dibubarkan.
 

Merestui dan membela Inul dengan goyang ngebornya, padahal semua Ulama sudah mengutuknya.
 

Menghadiri dan mendukung kontes kecantikan ala WARIA.
 

Ziarah dan berdo’a di salah satu Gereja di Jakarta.
 

Ziarah dan berdo’a di Watu Pinabentengan di kakas MINAHASA atas saran seorang pendeta Kristen yang katanya bisa meramal masa depan.
 

Point  ini saya rasa semua ingat. Kejadian itu sewaktu Gus Gur di ambang keruntuhan dari kursi presiden. Karena dia ulama yang percaya klenik sehingga dia mau mempertahankan kedudukan presiden dengan cara apapun termasuk menuruti semua saran pendeta yang sakti itu. Pendeta itu mengatakan bahwa Gus Dur tidak akan turun dari kursi presiden kalau berziarah dan berdoa di tiga tempat yaitu di Masjid Istiqlal, di salah satu Gereja di Jakarta, dan di Watu Pina Bentengan. Namun apa yang terjadi? Meskipun semua di jalani oleh Gus Dur, tetap saja lengser.

Apakah Allah Swt Berdiam Diri Melihat Sikap Gus Dur?
Mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal 30 Desember pukul l8.45 Wib di RSCM. Presiden ke 4 meninggal akibat komplikasi. Penyakaitnya diperberat dengan adanya gangguan ginjal dan kecing manis. Gus meninggal tanggal 30 Desember, atau tepatnya ketika semua manusia di belahan Bumi mana pun bersiap-siap menyambut tahun baru masehi.
Setiap tahun baru masehi, saat di mana semua manusia menciptakan kegembiraan yang penuh dengan sorak sorai sepanjang malam dan sepanjang siang. Banyak dari manusia itu yang memanfaatkan moment pergantian tahun itu  berpesta pora dan bahkan mabuk-mabukan. 
Tenntu yang terpenting dari fenomena tahun baru masehi, sebagian besar manusia tak ingin melewatkan kegembiraan itu. Baik dia miskin, kaya, di kota, di desa, tua muda dan seterusnya pasti mereka tak ingin melewatkan  menikmati moment pergantian tahun itu.. 

Ketika tahun baru masehi tiba, semua manusia (dikondisikan) oleh sistem jahiliyah merasa bahagia. Bahkan mungkin terkesan bahwa malam tahun baru masehi adalah masa ketika semua manusia INGIN MELUPAKAN semua kesengsaraannya yang ada, melupakan semua masalah yang ada, dan mendedikasikan malam tahun baru masehi itu hanya untuk bergembira saja.
Namun, apa yang terjadi, jika seseorang meninggal bertepatan dengan moment pergantian tahun baru? Pastilah keluarga dari si mati akan merasa sedih dan serba-salah. Di satu pihak, keluarga si mati akan bermuram durja di depan sang jenazah.

Apakah mungkin keluarga si mati akan bersorak sorai gembira menyambut tahun baru – padahal anggota keluarga mereka yang kesayangan mereka sedang menjadi mayat di pembaringan?
Kemudian, pada umumnya para tetangga dari keluarga si mati pun akan berdatangan ke rumah duka menyampaikan belasungkawa, dan akan menemani keluarga si mati untuk memberi dorongan moril.
Namun karena kematian itu terjadinya pada moment tahun baru, pastilah tetangga dari keluarga si mati lebih ingin merayakan tahun baru tersebut bersama dengan yang lain di dalam kegembiraan, KETIMBANG duduk membisu mendampingi keluarga duka. Yang jelas, semua nya jadi serba-salah!
Maka,ketika keluarga Gus Dur bermuram durja dengan mata merah bengkak di depan pembaringan sang jenazah, justru para tetangga di sekitar keluarga duka tersebut DAN SELURUH WARGA DUNIA LAINNYA bersorak sorai menyambut tahun baru dengan penuh gembira!

Seluruh dunia bersorak gembira ketika Gus Dur meninggal! Seakan kesan yang tercipta bahwa Dunia teramat senang dengan matinya Gus Dur, manusia paling hina di muka bumi ini. Dunia diperlihatkan TIDAK PERDULI dengan matinya Gus Dur. Dunia bahkan tidak menangis. Dunia diperlihatkan tertawa terbahak-bahak ketika jenazah Gus Dur membeku dingin menanti saat untuk dimakamkan ke dalam tanah selama-lamanya.
Jika individu-individu lain meninggal (yang mana meninggalnya tidak bertepatan dengan moment pergantian tahun), seluruh kota justru terkesan bersedih, berduka, menangis. Ada rasa belasungkawa, tidak ada tawa, tidak ada sorak sorai, tidak ada wajah acuh, semua tampak terpaku dan terdiam, mengiringi kepergian sang jenazah ke liang kubur.

Seluruh warga kota akan memberikan penghormatannya. Meski seluruh warga kota tidak tahu siapa yang meninggal itu. Warga lain yang tidak mempunyai hubungan apa pun dengan keluarga duka, pasti akan memberi jalan kepada iring-iringan jenazah iitu dengan wajah penuh hikmad.
Warga mana pun yang melihat ada kematian di salah satu sudut kota atau gang, pastilah mereka akan turut merasakan kesedihan, karena toh semua mereka adalah manusia yang mempunyai perasaan yang sama akan kesedihan jika ditinggal mati.
Tidak ada pernah kejadian, ketika suatu rumah mengalami kematian, maka pesta musik di rumah sebelah tetap diselenggarakan, tidak pernah! Justru pesta musik itu harus dihentikan demi menghormati dia yang meninggal – karena toh akhirnya mereka juga merasakan kesedihan itu. Namun hal itu tidak terjadi atas kematian Gus Dur yang telah menghina Islam ini!

Ketika Gus Dur meninggal yang bertepatan dengan moment pergantian tahun, tidak ada wajah sendu di mana-mana. Yang ada justru pesta hingar bingar, sorak-sorai dan pesta semalam suntuk. Lebih dari itu, seluruh warga kota TIDAK PERDULI bahwa keluarga duka sedang menangisi kepergian sang Gus Dur …
Ketika Gus Dur mati, TIDAK SATU PUN pesta hingar bingar menyambut tahun baru YANG HARUS DIHENTIKAN. Apalagi dibatalkan! Bahkan semua pesta kegembiraan itu terus berlangsung tanpa perduli bahwa ‘sahabat’ mereka sudah terbujur kaku di rumah duka. Mereka tidak perduli. Hanya tawa dan gembira dan sorak sorai yang terdengar di seluruh penjuru angkasa pada saat-saat itu.
Itulah kutukan Allah Swt atas Gus Dur! Itulah penghinaan Allah Swt kepada Gus Dur, musuh-Nya dan musuh agama-Nya. Sengaja Allah Swt memutusksan kematian Gus Dur itu bertepatan dengan moment pergantian tahun yaitu pada tanggal 30 Desember, supaya hari ketika Gus Dur mati itu, seluruh warga dunia justru bergembira dan bersorak sorai, dan tidak peduli bahwa Gus Dur sudah tanpa nyawa.

Itulah Hukuman Allah Swt atas Gus Dur. Di Dunia dia beroleh penghinaan, dan di akhirat pun akan beroleh penghinaan yang lebih pedih lagi yaitu api Neraka Jahanam!!! (kecuali Allah swt berkehendak lain).
Tidak perduli apa pun yang diperbuat Gus Dur ketika dia hidup, toh ketika dia mati, semua manusia justru bersorak sorai!! Memang itulah maksudnya mengapa Allah Swt mengambil nyawa Gus Dur pada tanggal 30 Desember.
Gus Dur mati pada tanggal 30 Desember. Hal itu membuat peristiwa kematian Gus Dur seolah dilupakan oleh seluruh warga Dunia, karena warga Dunia lebih memikirkan kegembiraan tahun baru. Ingatlah, bahwa  Gus Dur itu mati pada pukul 18:45 di tanggal 30 Desember itu. Lihat firman Allah Swt di dalam Al-Quran Surah al-Kahfi ayat 45 ini?
Surah al-Kahfi ayat 45 itu menyiratkan, bahwa kehidupan Dunia ini seperti tumbuhan yang hidup di muka Bumi, kemudian IA MATI DAN DILUPAKAN (diterbangkan angin, tidak bernilai apa-apa). Memang benar demikian lah keadaannya.

Gus Dur mati dan kematiannya dilupakan seluruh warga Dunia, terlihat dari betapa semua warga Dunia lebih memilih bersenang-senang menyambut tahun baru, bukannya duduk bersimpuh terdiam merenungi kehilangan sang sahabat! Allah Swt Maha Benar.
Gus Gur mati pada tanggal 30 Desember, hal itu membuat kematian Gus Dur, yang terjadi di HARI TERAKHIR  di tahun 2009, menjadi saat ketika keluarga duka terdiam berputus asa, padahal semua warga kota dipenuhi harapan dan optimisme akan datangnya tahun baru yang lebih baik. Lihat firman Allah Swt di dalam Al-Quran Surah ar-Rum ayat 12 ini?
Bukankah kematian adalah kiamat, yaitu kiamat sughra? Dan bukan kah kematian itu adalah penghujung dari segala hal? Dan bukan kah peristiwa kematian gusdur itu adalah saat di mana keluarga gusdur terdiam berputus asa, padahal seluruh warga kota sedang dipenuhi harapan dan optimisme terhadap tahun yang akan datang menjelang? Allah Swt Maha Benar!
Demikian! Allah Azza Wa Jalla sudah menunjukkan kekuasaan-Nya kepada seluruh umat Dunia, bahwa jangan sekali-sekali menentang keagungan Islam-Nya… Gus Dur adalah contoh dan bukti bahwa Allah Rabbul Alamin tidak tidur! Sungguh kehidupan Gus Dur merupakan ibrah (pelajaran) yang sangat berharga

sumber : JAKARTA (voa-islam.com)
والله أعلمُ بالـصـواب


Read more

Ini Dia Setannya Manusia, Penyusup Yang Selama Ini Menipu Ummat. Idahram Atau Marhadi Penulis Buku Tuduhan Sekte Berdarah Salafi Wahabi,

0 komentar
------------------ TANGGAPAN ULAMA NU TERHADAP SYEKH IDAHRAM -------------

Masih segar di ingatan kita tentang buku-buku propaganda yang penuh adu domba. Buku-buku yang mengatasnamakan ASWAJA padahal penulisnya adalah penganut Syi'ah.

Dengan terbitnya buku-buku sesat yang dia tulis ini, kita Kaum ASWAJA mazhab Syafi'i di fitnah dan di adu domba dengan saudara2 kita kaum ASWAJA mazhab Hanbali,yang ia sebut dengan "Wahabi".

Dialah "Abu Salafy",yang juga bersembunyi di balik nama "Syaikh Idahram",padahal nama aslinya adalah MARHADI MUHAYYAR. Buku-buku yang penuh fitnah dan propaganda, membaca judulnya saja terasa menjijikkan, saking bejad dan biadab nya penulisnya dalam berdusta dan memfitnah ummat Islam

Yang perlu di catat oleh kaum Muslimin:
Buku-buku ini BUKAN tulisan seorang Muslim Sunni, akan tetapi ia adalah Syi'ah (yang bertaqiyah seolah Sunni dan menyusup dalam tubuh Nahdhatul Ulama). nama samarannya 'Abu Salafy', padahal nama aslinya Marhadi Muhayyar. di dalam buku bangkainnya yg lain dia tampilkan namanya dengan 'Syaikh Idahram', itu sengaja dia balik dari dari nama aslinya 'Marhadi'.
INILAH HAKIKAT DUSTA SYI'AH DHOLALAH!!!

'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi ini adalah orang Syi'ah yang lihai berdusta. dengan cara HALUS dan sungguh menipu ia memasukkan Agama Syi'ah-nya dalam buku-bukunya. di antaranya, dalam buku itu ia memaksa kaum Muslimin untuk meyakini adanya mazhab yang lima, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali , lalu ia tambahkan Mazhab Ja'fari.

Padahal seluruh 'Ulama kaum Muslimin ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) sepakat di atas satu keyakinan bahwa Mazhab Fiqih dalam Islam hanya Empat yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. kalaupun ada mazhab Lain misalnya seperti Mazhab Tsauri dan Zhahiri, namun mazhab ini sudah punah. Adapun yang ia sebut Mazhab Ja'fari adalah Mazhab Fiqih dalam Agama Syi'ah, tidak di kenal dalam Ajaran Islam ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah). Betapapun Imam Ja'far sendiri bukanlah seorang Ahli Fiqih dan tidak pernah membangun Mazhab Fiqih sama sekali.
INILAH HAKIKAT KEDUSTAAN SYI'AH DHOLALAH SELANJUTNYA!!


INDIKASI YANG MEMBUKTIKAN DIA ADALAH SYI'AH:
Lihat dan renungi apa yang di wasiatkan oleh 'Ulama aswaja Hadhratusy Syaikh Kyai Haji Hasyim Asy'ari Rahimahullah (Ra'is 'Aam Nahdhatul Ulama), dalam kitabnya Qanun Asasi Li-Jam'iyyati Nahdhatil Ulama,beliau berkata,

(Madzhab yang paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hanbali (keempatnya Ahlussunnah Wal Jamaah). Selain empat Mazhab tersebut juga ada lagi Mazhab Syi’ah Imamiyyah (Ja'fariyah) dan Syi’ah Zaidiyyah, tapi keduanya adalah SESAT, tidak boleh mengikuti atau berpegangan dengan kata kata mereka)).
[Kitab Qanun Asasi halaman 9].

Kemudian,dalam bukunya tersebut,'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi mencantumkan Rekomendasi dari Ustadz Kyai Haji Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra sentul Bogor, lalu ketika di tanya langsung ke Ust.Muhammad Arifin Ilham malah beliau menjawab dengan Kaget,"DEMI ALLAH SAYA TIDAK PERNAH MEMBERI SAMBUTAN ATAU REKOMENDASI KEPADA BUKU ITU, MEMBACANYA SAJA SAYA BELUM PERNAH, SAYA BERLEPAS DIRI DARI BUKU ITU, IA TELAH BERDUSTA ATAS NAMA SAYA".

Lihat lah kaum Muslimin Bagaimana ia berdusta.....
'Abu Salafy' alias 'Syaikh Idahram' alias Marhadi Muhayyar ini, dia adalah ORANG SYI'AH!!!
Wallaahi!!!

INDIKASI APALAGI YANG MEMBUKTIKAN KALAU DIA SYI'AH!!??
Tidak mungkin seorang Sunni ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) mengatakan bahwa tanah suci dalam Islam selain Makkah dan Madinah ada juga tanah suci yang lain, yaitu tanah Karbala di Iraq.
Demi Allah ini adalah DUSTA dan SESAT!!!

KAUM MUSLIMIN (Khususnya ASWAJA) di tipu & di kelabui mentah-mentah oleh dia!!!

Seluruh Kaum Muslimin ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) sepakat bahwa tanah suci ummat Islam hanya ada tiga, yaitu: Masjidil Haram di kota Makkah, Masjid Nabawi di kota Madinah, dan Masjidil Aqsha di Palestina. Sebagaimana yang terdapat dalam Hadits-hadits Rasulullah
sholalohualaihi wasalam

Adapun Tanah Karbala di Iraq di mana tempat Husein Bin 'Ali Radhiyallahu'anhuma cucu Rasulullah Syahid, maka ini TIDAK TERMASUK TANAH SUCI. Akan tetapi itu merupakan padang pasir bersejarah yang menjadi saksi atas kebiadaban dan pengkhianatan orang-orang Syi'ah kepada Ahlul Bait 'Alaihim Salam hingga menyebabkan terbunuhnya Cucu tercinta Rasulullah, Husein Bin 'Ali,Radhiyaallaahu'anhu Wa Ardhah.

KESIMPULANNYA:
'Syaikh Idahram' yang bernama asli Marhadi Muhayyar ini, dia adalah seorang aktivis Syi'ah. dia bersembunyi di balik nama 'Abu Salafy' dengan menyusup di tengah-tengah Kaum Muslimin (khususnya NU) dan mengadu domba Kaum Muslimin lintas Mazhab. ia mengadu domba kaum Muslimin Mazhab Syafi'i yang di sebut ASWAJA dengan Kaum Muslimin mazhab Hanbali yang ia sebut 'Wahabi'.
Ia mengadu domba kaum Muslimin dengan cara menyusupkan 'Aqidah Syi'ah-nya dalam setiap kesempatan. Ia menghembuskan Fitnah kepada Kaum Muslimin Mazhab Hanbali dengan mengangkat Isu 'Wahabi'....

KENAPA SELALU ISU "WAHABI" YANG DIANGKAT???!!!

Dengan mengangkat isu 'Wahabi', maka Kaum Muslimin Mazhab Syafi'i (ASWAJA) akan tersibukkan dgn isu fiktif ini dan berpaling dari KESESATAN SYI'AH RAFIDHAH yang telah lama di peringatkan oleh tokoh mereka Kyai Haji Hasyim Asy'ari Rahimahullah. dan tanpa di sadari, Syi'ah ini sedang menyusup ke Ormas Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyyah, dua Organisasi besar Kaum Muslimin di Indonesia.

Padahal Ribuan massa yang menghancurkan dan membakar pesantren-pesantren Syi'ah di jawa timur, baik sampang, madura, atau jember, mereka adalah Ummat Islam kaum Nahdhiyyin (NU), BUKAN "Wahabi".!

Oleh karena itu WASPADALAH !!!!!!!!!!!

Terkait isu "Wahabi", maka cukuplah 'Ulama2 dan Tokoh2 Nasional kita di tanah air sebagai panutan.

Mari sejenak kita perhatikan apa yang di ceritakan oleh Prof.DR.Buya Hamka Rahimahullah tentang Kaum Muslimin Madzhab Hanbali yang di sebut 'Wahabi'.
Prof.DR.Buya Hamka berkata,
"Ketakutan Belanda itu bertambah lagi karena abad ke 19 sudah datang gerakan agama Islam militan langsung dari Makkah, menggerakkan umat Islam dan membangkitkan semangat Tauhid di alam Minangkabau.

Belanda yang lebih tahu daripada orang Minangkabau sendiri apa artinya Islam yang murni, karena mendapat advis dari ahli-ahli Orientalis tentang semangat Islam, melihat bahwa kemajuan gerakan Islam yang timbul di Padang Darat itu akan sangat berbahaya bagi rencananya menaklukkan seluruh Sumatera. Belanda telah mengetahui bahwa gerakan Wahabi di Tanah Arab yang telah menjalar ke Minangkabau itu bisa membakar hangus segala rencana penjajahan, bukan saja di Minangkabau, bahkan di seluruh Sumatera,bahkan di seluruh Nusantara ini.”

GERAKAN "WAHABI" DI CERITAKAN OLEH PROF.DR.BUYA HAMKA SEBAGAI GERAKAN TAUHID MILITAN yang semangat mengumandangkan Jihad melawan penjajah hingga membuat gentar penjajah Belanda pada waktu itu.

Terakhir, Al-Habib KH.Ahmad Bin Zein Al-Kaff (Ketua PW NU Jember) berkata,"Wahabi itu adalah saudara kita, masih sama-sama Ahlus Sunnah.tapi kalau Syi'ah BUKAN!!!!".

Sedangkan Habib Mudhor Al-Hamid (Tokoh NU di Jawa Timur) mengatakan,"Syi'ah itu adalah Musuh Islam yang harus kita bumi hanguskan dari bumi pertiwi, mereka adalah Musuh Islam dan musuh Ahlul Bait".

Sekian dan terimakasih
Hamba Allah yang Dha'if, Abu Husein At-Thuwailibi (ulama NU).


Read more